Minggu, 07 Desember 2014

Kepriaan dan Kewanitaan

Tuhan menciptakan kita sebagai citra Allah, baik pria maupun wanita. Tuhan menciptakan kita sebagai pria dan wanita, pasti karena Ia mempunyai rencana besar bagi kita.

Ciri-ciri kepriaan dan kewanitaan ditinjau secara biologis:
-Antara pria dan wanita ada perbedaan yang mencolok
-Perbedaan yang terdalam yang menjadi pria sungguh pria dan wanita sungguh wanita adalah organ kelamin

ORGAN KELAMIN WANITA DAN FUNGSINYA:
Indung Telur (Ovarium)
Berfungsi untuk menghasilkan hormon-hormon dan sel telur. Pada saat seorang remaja putri sudah menginjak usia 10-14 tahun, mereka sudah menghasilkan dua hormon yaitu hormon Oestrogen dan hormon Progesteron

Hormon Oestrogen

Semacam zat yang mulai memasuko seluruh pembuluh darah dari seorang putri dan mengubah badannya menjadi sempurna sebagai seorang perempuan. Perubahan itu meliputi: pertumbuhan buah dada, pinggul, paha dan pertumbuhan bulu pada ketiak dan kelamin.

Hormon Progesteron

Semacam zat yang mulai mempersiapkan kandungan supaya menjadi tempat yang baik dan aman untuk benih-benih kehidupan kelak.

Sel Telur
Merupakan benih kehidupan dari perempuan. Jika sel telur ini tidak dibuahi maka ia akan mati dan akan keluar yang dikenal dengan menstruasi. Jika berhasil dibuahi oleh sel sperma dari laki-laki maka akan menjadi janin.

Rahim (Uterus)
Tempat janin bertumbuh dan berkembang.

Vagina
Merupakan selaput berlendir, elastis dan berkerut-kerut. Ia berfungsi sebagai tempat masuknya organ kelamin pria dan sekaligus tempat keluarnya janin.

Selaput Dara (Hymen)
Selaput tipis yang terletak di mulut vagina dan menutupi vagina. Budaya ketimuran sangat menjunjung keperawanan yang ditandai dengan selaput dara yang masih utuh (tidak robek) sebelum menikah secara resmi.

ORGAN KELAMIN PRIA DAN FUNGSINYA
Buah Pelir (Testis)
Berbentuk telur dan berjumlah dua buah. Buah pelir berfungsi sebagai tempat menghasilkan hormon Testosteron dan sel-sel sperma.

Hormon Testosteron:

Zat yang mengubah badan remaja laki-laki yang ditandai dengan beberapa perubahan seperti: suara membesar, tumbu bulu pada  tempat seperti ketiak, bibir, dagu, dada dan sekitar kelamin.

Sel-sel Sperma
Benda hidup yang merupakan cikal bakal kehidupan m anusia. Remaja pria menghasilkan berjuta-juta sel jantan yang akan bergerak masuk ke dalam sel telur dalam peristiwa pembuahan.

Saluran Mani.
Saluran yang menghantar sel-sel sperma

Zakar
Alat untuk memasukan sel sperma  sekaligus tempat keluarnya air urine (air kencing)

Proses Ejakulasi: proses pengeluaran air mani (sel sperma). Selain terjadi pada saat proses pembuahan di mana bertemunya sel sperma dan sel telur, bisa juga terjadi pada waktu tidur yang sering disebut juga mimpi basah

PERBEDAAN LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DITINJAU DARI SEGI PSIKOLOGIS
Perbedaan cara berpikir
NO LAKI-LAKI PEREMPUAN
1 Berpikir lebih obyektif, teoritis dan abstrak. Berpikir dari dalam di mana lebih dipengaruhi unsur subyektif, menghubungkan kejadian-kejadian dengan dirinya.
2 Berpikir global/umum, jauh ke masa depan, cita-cita/karier masa depan. Berpikir hal-hal kecil/partial, berhubungan dengan sehari-hari.
Perbedaan Perasaan
NO LAKI-LAKI PEREMPUAN
1 Dapat mengendalikan perasaannya, lebih obyektif, mudah marah tapi cepat tenang kembali, mudah jatuh cinta tapi sering mudah mengingkarinya, gampang juga mengungkapkan perasaannya Mudah bergetar, lebih intuitif, jika berhadapan dengan suatu persoalan gampang sekali menjalar ke soal lain, cenderung tenggelam dan berlarut-larut dalam perasaan.
Perbedaan selera seks
NO LAKI-LAKI PEREMPUAN
1 Mudah terangsang pada hal-hal lahiriah (fisik) Wanita lebih terangsang pada hal-hal batiniah.
2 Rangsangan lebih cepat bangkit, cepat juga menghilang Rangsangan bangkit perlahan-lahan, dan menghilang pelan-pelan juga
Perbedaan sikap dan tindakan
NO LAKI-LAKI PEREMPUAN
1 Bersikap lebih agresif-berbuat. Bersikap lebih pasif-menerima
2 Bertugas membuat, membangun. Bertugas lebih memelihara, merawat, mengandung dan melahirkan
3 Lebih mementingkan tugas dan karier Lebih memilih anak daripada karier
Perbedaan antara laki-laki dan perempuan inilah yang membuat mereka unik dan saling melengkapi. Namun lebih dari itu, perbedaan itu menimbulkan dan membangkitkan daya tarik antara keduanya yang disebut CINTA.

Dalam hal cinta antara laki-laki dan perempuan, ada tingkatan-tingkatan cinta bila dilihat dari tingkat kualitas atau kadar cinta itu sendiri.

Cinta Jasmaniah:
Merupakan tingkatan cinta paling primitif, karena cinta tumbuh hanya karena soal-soal lahiriah. Misalnya, warna kulit, cantik/manis, montok atau  seksi.

Memang cinta itu muncul dari hal-hal lahiriah, namun bila cinta berhenti atau berpuncak di sini (cinta lahiriah) maka hancurlah cinta itu.

Cinta Rohaniah:
Disebut juga cinta erotis karena timbul atas 2 hal:

Kemampuan seseorang:
Misalnya karena senyumannya indah, bakatnya menyanyi atau basket atau futsal atau karena pintar, memiliki suara yang indah, dll

Karakter atau sifat:
Misalnya saya mencintai dia karena keibuan, peramah, setia dan bertanggungjawab, dll.

Cinta Pribadi:
Disebut juga cinta Personal. Ia mencintai seseorang karena pribadi orang itu yang begitu menarik. Dalam tingkatan ini, orang menerima pasangannya apa adanya dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Contohnya, ketika seseorang mencintai WTS atau Preman.

Cinta yang Imani:
Ini merupakan tingkatan cinta paling tinggi karena Allah menjadi dasarnya.  Dia percaya bahwa cintanya adalah karunia dan cinta Tuhan sendiri.

Cinta agape:
Cinta agape tidak terbatas pada laki-laki dan perempuan namun berlaku juga secara umum. Cinta agape merupakan cinta yang tulus tanpa pamrih, ia mencintai seseorang karena ia mencintainya. Contohnya ketika Yesus rela mati di salib demi menyelamatkan manusia.

Dari tingkatan cinta di atas, dapat disimpulkan bahwa:

Pada tingkatan cinta jasmaniah dan rohaniah, cinta lebih berpusat pada AKU/SAYA. AKU/SAYA menjadi pusatnya. Jika SAYA tidak membutuhkan lagi maka cinta itu dapat kutendang.
Pada tingkatan cinta pribadi, cinta lebih berpusat pada DIA/pasangan. Aku ada untuk dia.
Pada tingkatan cinta yang imani, Tuhan yang penting. Cinta kami harus dapat kami pertanggungjawabkan kepada Tuhan.
Pada tingkatan cinta agape, cinta yang lebih penting. Aku mencintai dia atau mereka karena aku mencintai dia atau mereka.

Kepriaan dan kewanitaan terdapat dalam alkitab :
1. Kej 2 ; 21-24
2. 1Timotius 2
3. 1 Kor 11 ; 2-16


Aku Diciptakan Sebagai Citra Allah

Citra Allah berarti, gambaran/rupa Allah.
·         Citra Allah dibagi 2 :
1.      Citra Allah yang istimewa/khusus ialah pengetahuan, kebenaran dan kesucian.
2.      Citra Allah yang umum ialah segala sifat manusi yang membendakan manusia dari makhluk lainnya.
·         Simbol diri :
-          Simbol yang menunjukan ciri – ciri dari diri kita sendiri, contohnya Mawar, memiliki sifat yang ramah kepada semua orang seperti kuntum mawar yang menyenangkan.
·         Kita diciptakan olrh Allah :
1.      setiap orang diciptakan dengan segala kelebihan dan kekurangan.
2.      Saling melengkapi.
3.      Saling membutuhkan.
4.      Saling menghargai perbedaan yang ada.
·         Ke khasan  Manusia :
a.      Akal Budi : - Mengerti dsn menyadari diri sendiri.
-Mengerti yang menyadari apa saja yang diluar dirinya.
-Manusia dapat mengembangkan dirinya, dapat membuat riwayat dan sejarah hidupnya.
-manusia dapat membangun hubungan yang khas dengan sesamanya.
B. Kemampuan berkehendak bebas :
 - Dengan kehendak bebasnya manusia dapat bertindak dan melakukan sesuatu dengan segaja.
- Dengan kehendak bebas manusia dapat melakukan suatu tindakan dan perbuatan moral.
- Dengan kehendak bebas manusia dapat bertindak secara bertanggung jawab.

C. Kemampuan Menguasai. 

Aku Memiliki Kekurangan dan Kelebihan

Seperti yang sudah kita bahas di bab sebelumnya yaitu Aku Pribadi yang Unik, Tuhan menciptakan kita sebagai makhluk yang special. Namun kita semua menyadari bahwa di dunia ini tidak ada makhluk yang sempurna, karena yang sempurna hanyalah untuk-Nya yang menciptakan kita. Sebagai manusia yang tidak sempurna, kita pastilah memiliki kelebihan dan kekurangan masing – masing .
Dengan keterbatasannya, manusia diharapkan bisa berkembang. Kita tidak boleh menjadikan suatu kekurangan kita sebagai hambatan untuk bisa berhasil. Sebaliknya, janganlah kita sombong akan kelebihan yang kita punya.
Faktor – faktor yang membentuk kelebihan dan kekurangan kita:
1.      Keturunan atau Pengaruh Lingkungan
Di kalangan ahli ilmu jiwa terdapat pandangan yang cukup berbeda sebagai berikut :
a.      Ada aliran yang lebih menekankan bahwa keberadaan fisik, bakat, kemampuan, karakter, dan sifat – sifat seseorang lebih disebabkan oleh faktor keturunan. Kita berkulit kuning atau hitam, bersosok tinggi atau pendek, berbakat seni atau matematika, semuanya itu pada dasarnya kita warisi dari orang tua dan leluhur kita.
b.      Aliran lain lrbih mrnrkankan pada pengaruh lingkungan. Kata mereka: alam, kebudayaan dan kultur sangat membentuk diri seseorang. Alam dan kebudayaan Eropa menghasilkan orang Eropa. Alam dan kebudayaan Afrika dan Asia, menghasilkan orang Afrika dan Asia.
c.       Akhirnya, ada aliran yang dapat menerima kedua-duanya. Keberadaan seseorang turut ditentukan oleh faktor keturunan, tetapi juga faktor lingkungan hidupnya.

2.      Sikap Menerima Keadaan Diri Seperti Adanya, Sambil Berjuang untuk Mengembangkannya
Kita kadangkala tidak menyadari potensi – potensi di dalam diri kita, tetapi di pihak lain kita pun sulit menerima keterbatasan – keterbatasan kita.
Dalam pelajaran ini kita ingin menyadari bahwa kita sebagai ciptaan yang unik, baik pria maupun wanita, mempunyai potensi-potensi yang besar atau talenta-talenta yang berharga, selain keterbatasan-keterbatasan yang memang sudah merupaka bagian dari kodrat manusiawi kita.


3.      Potensi-Potensi dan Keunggulan dalam Diri Kita
Potensi-potensi dalam diri kita dapat saja kurang kita sadari. Mengapa? Hal ini mungkin disebabkan antara lain karena pengaruh pendidikan di rumah atau di luar rumah di mana kita masih tetap dilihat dan diperlakukan sebagai anak – anak. Jadi, kepercayaan  diri kita seolah-olah dibungkam sehingga kita tidak menyadari lagi kemampuan-kemampuan kita. Slogan-slogan seperti: “Kaum mudah adalah harapan atau masa depan Gereja dan Tanah Air” memberi kesan seolah peranan kita adalah di masa yang akan datang, bukan sekarang. Ini juga dapat menyebabkan kita secara tidal sadar memendamkan bakat-bakat dan kemampuan kita untuk masa depan itu. Belum lagi larangan-larangan yang bertubi-tubi dari segala pihak untuk kegiatan dan kreativitas kita yang dinilai tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia atau moral tradisional. Semua itu dapat membuat kita mati kutu atau berdiam diri, bahkan acuh tak acuh atau frustasi.
Tetapi bisa juga terjadi yang sebaliknya, yaitu kita para remaja sangat menyadari keunggulan – keunggulan sehingga kita dapat bersikap arogan, angkuh, dan sok super. Sikap super atau sikap “sok” dapat menjadikan hidup seseorang sangat tidak enak. Karena kita merasa “lebih”, maka kita sering sangat lancing mulut, suka bertengkar, suka mendahului, dan sebagainya. Sikap yang demikian ini dapat membuat diri kita lekas kecewa, dihina, disingkirkan dari pergaulan, dsb.

4.      Kekurangan – Kekurangan dan Berbagai Cacat yang Kita Miliki
Menyadari berbagai kekurangan yang kita miliki dapat membuat kita jatuh ke dalam sikap minder atau sikap rendah diri. Sikap minder atau rendah diri ini dapat menjadikan hidup seseorang sangat berat. Dalam benak kita, kita berpikir bahwa hanya orang lain saja yang beruntung, sedangkan kita selalu sial, karena memiliki cacat tubuh atau mental sehingga hubungan sosial kita dengan orang lain tidak lancar.
Kita hendaknya dapat menerima diri seperti adanya. Tuhan menghendakinya demikian bagi kita. Tuhan sudah menciptakan kita seperti adanya. Tidak menerima kehendak Tuhan dalam keadaan konkret ini merupakan penghalang bagi krmajuan diri kita dan rintangan dalam jalan menuju kepada Tuhan. Kita hendaknya menerima Tuhan yang nyata ini dan Tuhan akan mengatur supaya segala sesuatu memberikan sumbangan bagi kesejahteraan yang sejati kepada kita. Menerima kehendak Tuhan berarti menerima bimbingan-Nya, karena Tuhan akan mengantar kita setapak demi setapak melalui keadaan konkret diri kita dan lingkungan kita menuju keselamatan. Itu terjadi sejauh kehendak Tuhan diterima dan dilaksanakan.

Seperti yang dikatakan dalam injil Mat 25: 1-30 yang beriksah tentang seorang tuan yang memanggil hamba-hambanya dan memberi kepada mereka sejumlah talenta untuk digunakan dan “dikembangkan atau dibungakan”. Ia bertindak tegas terhadap hamba yang tidak mengembangkan/membungakan talenta itu, yang hanya memendamnya di dalam tanah.
Kita pun diberi talenta-talenta, maka kita harus menggunakannya dan mengembangkannya. Ini merupakan suatu panggilan dan tuntutan Kristiani.
Buku-buku sejarah penuh dengan cerita-cerita tentang orang-orang berbakan yang talentanya diremehkan oleh banyak orang, misalnya:
1.      Albert Einstein: Ia baru dapat berbicara setelah menginjak usia 4 tahun dan dapat membaca pada usia 7 tahun. Namun, ternyata ia memiliki kemampuan (talenta) luar biasa dan disegani sepanjang masa, khususnya di bidang fisika. Pada umur 26 tahun ia menemukan teori relativitas khusus dan pada umur 37 tahun menemukan teori relativitas umum.
2.      Isaac Newton:  Ia termasuk murid yang dianggap kurang berhasil di bangku sekolah dasar. Namun, ternyata ia menjadi ilmuwan terbesar sepanjang masa. Ia ahli di bidang matematika, fisika, astronomi, dan filsafat. Ia menemukan hukum gravitasi, hukum gerak, kalkulus, teleskop pantul, dan spectrum.
3.      Warner von Braun gagal pada kelas 9 untuk bidak studi Aljabar. Namun, ternyata ia menjadi ahli roket dan ahli kendaraan luar angkasa ( Amerika Serikat).
4.      Golda Meir pada waktu ia masih gadis, penampilannya sama sekali tidak cantik. Sadar akan kekurangannya dalam segi fisik, ia memacu keunggulannya di bidag bakan dan kemampuan intelektualnya. Ia kemudian menjadi perdana menteri wanita pertama di Israel dan sangat terkenal kemampuannya sebagai negarawati.

Sekarang kita sudah memahami arti dari kekurangan dan kelebihan yang dimiliki manusia, bahwa ternyata dibalik semua kekurangan yang kita punya, kita masih dapat berharga dimata orang lain. Orang sering berkata “ Don’t Judge The Book By The Cover “, karena kita belum mengetahui apa yang ada di dalam yang sebenarnya.
Terkadang pasti kita pernah menyadari kekurangan yang kita punya, dan terkadang memikirkan bahwa kita itu hidup sia – sia dan tidak berguna karena hanya akan menyusahkan orang lain saja. Namun setelah kita lihat beberapa kisah singkat dari orang – orang terkenal yang ada di dunia seperti yang sudah di tulis di atas, maka kita harus bisa mensyukuri kekurangan dan kelebihan kita.
Tidak selamanya suatu kekurangan bisa menjadi hambatan bagi diri kita, karena suatu kekurangan dapat menjadi suatu kelebihan bila kita berusaha untuk mengembangkan dan memperbaiki kesalahan yang telah kita buat sebelumny